Jumat, 07 Maret 2014
LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI “Pengaruh Cahaya Terhadap Kecepatan Tumbuh”
LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
“Pengaruh Cahaya
Terhadap Kecepatan Tumbuh”
Oleh :
KELOMPOK IV
Dini Aldila Aisa
Juniar Setiawan
Lady Day Bora Boru
Hasibuan
Raisah Mardliyya
Selvia Apriani
XII IPA 3
Kata
Pengantar
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat,
hidayah, dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan praktikum
biologi yang berjudul“Pengaruh Cahaya Terhadap Kecepatan Tumbuh” dengan lancar.Tak lupa kami ingin mengucapkan
terima kasih kepada berbagai pihak yang telah berjasa dan membantu kelancaran
terselesaikannya laporan praktikum biologi ini, banyak sekali bimbingan, saran,
dan berbagai macam bantuan, baik moril maupun materil dari berbagai pihak yang
tidak dapat kami sebutkan satu per satu
yang telah memberikan bantuan sehingga terselesaikannya penyusunan laporan ini.Kami
berharap, semoga apa yang telah kami susun dalam laporan ini dapat bermanfaat
bagi semua pihak. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih
banyak terdapat kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran sangat kami
harapkan guna penyempurnaan laporan ini.
Simpang Empat , September 2013
Penulis
Penulis
Judul
:
“Pengaruh
Cahaya Terhadap Kecepatan Tumbuh”
Tujuan
:
Membandingkan kecepatan tumbuh tanaman di tempat
yang berbeda intensitas cahayanya.
Alat
dan Bahan :
1. Delapan
buah pollybag
2. Tanah
3. Penggaris
dan alat tulis
4. Air
5. Biji
kacang hijau , kacang merah, kacang tanah dan biji jagung (masing masing dua
puluh biji )
6. Empat
buah wadah untuk merendam biji
Cara
Kerja :
1. Rendamlah
ke empat jenis biji-bijian tersebut ke dalam wadah yang sudah diisi air dan
diamkan selama 24 jam.
2. Setelah
direndam selama 24 jam , tanamlah biji-bijian itu ke dalam pollybag yang sudah
diisi tanah, masing-masing 10 biji untuk satu pollybag. Berilah label pada
semua pollybag agar mudah diamati.
3. Letakkan
empat buah pollybag dengan bibit yang berbeda di tempat yang terang dan sisanya
diletakkan di tempat gelap yang tidak terkena sinar matahari.
4. Jika
biji telah tumbuh, ukurlah panjang batang ( tinggi kecambah ) dari tanaman di
pollybag. Pengukuran dimulai dari permukaan tanah hingga ujung batang.
5. Lakukan
pengukuran tersebut setiap hari selama tujuh hari.
6. Hitunglah
rata-rata tinggi kecambah per hari untuk semua percobaan tersebut. Di hari
ketujuh, hitunglah rata-rata tinggi kecambah secara keseluruhan untuk tiap
percobaan.
7. Buatlah
grafik pertumbuhan rata- rata masing-masing tanaman
8. Buatlah
kesimpulan tentang kecepatan tumbuh kembang masing-masing tanaman pada tempat
yang berbeda intensitas cahayanya.
Teori
Dasar :
Pengertian pertumbuhan dan
perkembangan
Pertumbuhan
dan perkembangan merupakan dua proses hidup yang selalu terjadi pada setiap
makhluk hidup. Kedua istilah tersebut sering diucapkan untuk pengertian yang
sama. Padahal pertumbuhan dan perkembangan memiliki pengertian yang berbeda
satu sama lain. Pertumbuhan dapat diartikan sebagai peningkatan ukuran yang
bersifat permanent (tetap) dan tidak dapat balik ( Irrevisible), sedangkan
perkembangan adalah proses perubahan dalam bentuk.
Pada proses pertumbuhan selau terjadi peningkatan volume dan bobot tubuh peningkatan jumlah sel dan protoplasma. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan bukan merupakan besaran sehingga tidak dapat diukur.Perkembangan pada tumbuhan diawalai sejak terjadi fertilisasi. Calon Tumbuhan akan berubah bentuk dari sebuah telur yang dibuahi menjadi zigot, embrio, dan akhirnya menjadi sebatang pohon yang kokoh atau rumput yang mudah digoyangkan oleh angina. Nama lain proses perkembangan adalah morfogenesis.
Pada proses pertumbuhan selau terjadi peningkatan volume dan bobot tubuh peningkatan jumlah sel dan protoplasma. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan bukan merupakan besaran sehingga tidak dapat diukur.Perkembangan pada tumbuhan diawalai sejak terjadi fertilisasi. Calon Tumbuhan akan berubah bentuk dari sebuah telur yang dibuahi menjadi zigot, embrio, dan akhirnya menjadi sebatang pohon yang kokoh atau rumput yang mudah digoyangkan oleh angina. Nama lain proses perkembangan adalah morfogenesis.
Proses
pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan aktivitas sintetis
bahan mentah (bahan baku) berupa molekul sederhana dan molekul kompleks.
Tahapan yang dilalui selama melangsungkan proses tersebut adalah sebagai
berikut :
- Tahap pembelahan sel, yaitu sel induk membelah menjadi beberapa sel anak.
- Tahap Pembesaran sel, yaitu pembesaran atau peningkatan volume sel anak. Pada sel tumbuhan, peningkatantersebut biasanya disebabkanoleh penyerapan air kedalam vakuola.
- Tahap diferensiasi sel, yaitu perkembangan sel anak yang telah mencapai ukuran tertentu menjadi bentuk khusus (terspesialisasi) melalui proses diferensiasi. Pada akhirnya terbentuk jaringan, organ, dan individu.
Pertumbuhan
dan Perkembagan Awal
Pertumbuhan awal tumbuhan berbiji
dimulai dari biji.Biji mengandung potensi yang dibutuhkan untuk tumbuh menjadi
individu yang baru, misalnya embrio, cadangan makanan, dan calondaun (calon
akar).
Sebutir
biji mengandung satu embrio. Embrio terdiri atas radikula (yang akan tumbuh
menjadi akar) dan planula ( yang akan tumbuh menjadi kecambah). Cadangan
Makanan bagi embrio tersimpan dalam kotiledon yang didalamnya terkandung pati,
protein, dan beberapa jenis enzim.Kotiledon dikelilingi oleh bahan yang kuat,
yang disebut testa.Testa berfungsi sebagai pelindung kotiledon untuk mencegah
kerusakan embrio dan masuknya bakteri atau jamur kedalam biji.Testa memiliki
sebuah lubang kecil, disebut mikropil.Didekat mikropil terdapat hilum yang
menggabungkan kulit kotiledon.
Biji
memiliki kandungan air yang sangat sedikit.Pada saat biji terbentuk, air di
dalamnya dikeluarkan sehingga biji mengalami dehidrasi. Akibat ketiadaan air,
biji tidak dapat melangsungkan proses metabolisme sehingga menjadi tidak aktif
(dorman). Dormansi biji sangat bermanfaat pada kondisi tidak nyaman (suasana
ekstrem, sangat dingin atau kering) karena struktur biji yang kuat akan
melindungi embrio agar tetap bertahan hidup.
Perkembangan
Embrio
Embrio berkembang didalam biji.
Setelah fertilisasi, zigot mengalami rangakian pembelahan sel. Salah satu dari
dua sel yang berasal dari mitosis zigot akan berkembang menjadi embrio asli,
sedangkan sel yang lain menjadi bahan awal dari jaringan suspensor.
Embrio
didalam bakal biji (ovulum) berkembang menjadi massa bulat yang mengandung
ratusan sel. Massa sel tersebut berkembang menjadi jaringan primer dan akhirnya
membentuk seluruh jaringan utama tumbuhan dewasa, termasuk kotiledon. Kotiledon
berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan dan perkecambahan (germinasi).
Pada
kutub embrio ditemukan dua massa sel yang belum terdiferensiasi, yaitu meristem
apical ujung (terminal) dan meristem apical aka. Sel-sel tersebut berada dalam
kondisi dorman ketika biji pada masa dorminasi. Setelah biji berkecambah, kedua
massa sel tersebut berkembang menjadi daerah pertumbuhan batang dan akar.
Perkembangan
embrio terhenti stelah mencapai tahapan tertentu, yaitu saat bakal biji telah
menjadi biji matang. Biji tersebut tetap, yaitu sesuai untuk perkecambahan./ Di
dalam biji yang matang, endosperma makanan telah terdiferensiasi menjadi
lapisan terluar sel (aleuron) dan massa sel terdalam bertepung. Sel-sel aleuron
menyintesis enzim a-milase.Enzim tersebut dapat mengubah cadangan zat pati
didalam endosperma menjadi gula yang dapat digunakan oleh embrio.
Perkecambahan
Perkecambahan adalah proses
pertumbuhan embrio dan komponen-komponen biji yang memiliki kemampuan untuk
tumbuh secara normal menjadi tumbuhan baru. Komponen biji tersebut adalah
bagian kecambah yang terdapat didalam biji, misalnya radikula dan plumula.
Tahapan
perkecambahan
Perkembangan
bij berhubungan dengan aspek kimiawi. Proses tersebut meliputi beberapa
tahapan, antara lain imbibisi, sekresi hormon dan enzim, hidrolisis cadangan
makanan, pengiriman bahan makanan terlarut dan hormone ke daerah titik tumbuh
atau daerah lainnya, serta asimilasi (fotosintetis).
Proses
penyerapan cairan pada biji (imbibisi) terjadi melalui mikropil. Air yang masuk
kedalam kotiledon membengkak.Pembengkakan tersebut pada akhirnya menyebabkan
pecahnya testa.
Awal
perkembangan disahului aktifnya enzim hidrolase (protease, lipase, dan
karbohidrase) dan hormone pada kotiledon atau endosperma oleh adanya air.Enzim
protease segera bekerja mengubah molekul protein menjadi asam amino.Asalm amino
digunakan untuk membuat molekul protein baru bagi membrane sel dan
sitoplasma.Timbunan pati di uraikan menjadi maltosa kemudian menjadi glukosa.
Sebagian glukosa akan diubah menjadi selulosa, yaitu bahan untuk membuat
dinding sel bagi sel-sel yang baru. Bahan makanan terlarut berupa maltosa dan
asam amino akan berdifusi ke embrio.
Semua
proses tersebut memerlukan energi. Biji memperoleh energi melalui pemecahan
glukosa saat proses respirasi. Pemecahan glukosa yang berasal dari timbunan
pati menyebabkan biji kehilangan bobotnya.Setelah beberapa hari, plumula tumbuh
di atas permukaan tanah.Daun pertama membuka dan mulai melakukan fotosintesis.
Tipe
Perkecambahan
Berdasarkan
posisi kotiledon dalam proses perkecambahan dikenal perkecambahan hipogeal dan
epigeal. Hipogeal adalah pertumbuhan memanjang dari epikotil yang meyebabkan
plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah.Kotiledon relatif
tetap posisinya.Contoh tipe ini terjadi pada kacang kapri dan jagung.Pada
epigeal hipokotillah yang tumbuh memanjang, akibatnya kotiledon dan plumula
terdorong ke permukaan tanah.Perkecambahan tipe ini misalnya terjadi pada
kacang hijau dan jarak.Pengetahuan tentang hal ini dipakai oleh para ahli
agronomi untuk memperkirakan kedalaman tanam.
Macam-Macam
Pertumbuhan Pada Tumbuhan
1.
Pertumbuhan primer
adalah
pertumbuhan yang memanjang baik yang terjadi pada ujung akar maupun ujung
batang. Pertumbuhan primer dapat diukur secara kuantitatif yaitu dengan
menggunakan alat auksanometer . Pertumbuhan primer pada ujung akar dan ujung
batang dapat dibedakan menjadi 3 daerah yaitu:
- Daerah pembelahan sel, terdapat di bagian ujung akar. Sel-sel di daerah ini aktif membelah (bersifat meristematik)
- Daerah perpanjangan sel, terletak di belakang daerah pembelahan. Sel-sel di daerah inimemiliki kemampuan untuk membesar dan memanjang.
- Daerah diferensiasi sel, merupakan daerah yang sel-selnya berdiferensiasi menjadi sel-sel yang mempunyai fungsi dan struktur khusus.
2.
Pertumbuhan sekunder
adalah
pertumbuhan yang dapat menambah diameter batang. Pertumbuhan sekunder merupakan
aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus.Pertumbuhan
ini dijumpai pada tumbuhan dikotil.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi Pertumbuhan pada tumbuhan
- Faktor eksternal/lingkungan
faktor
ini merupakan faktor luar yang erat sekali hubungannya dengan proses
pertumbuhan dan perkembangan.Beberapa factor eksternal yang mempengaruhi
pertumbuhan tumbuhan adalah sebagai berikut:
- Air dan mineral
- Kelembaban
- Suhu
- Cahaya
2.
Faktor internal
faktor
yang melibatkan hormon dan gen yang akan mengontrol pertumbuhan dan
perkembangan tumbuhan.
·
faktor genetis : aktivitas metabolik
yang berlangsung di dalam tumbuhan dikendalikan oleh gen-gen yang dimiliki oleh
tumbuhan tersebut.
·
Faktor fisiologis : hormon-hormon yang
berperan aktif dalam pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Hormon-hormon nya
adalah:
·
§ Auksin : hormon untuk
perpanjangan sel. Fungsi : merangsang kambium untuk membentuk floem dan xilem,
memelihara elastisitas dinding sel, dan membentuk dinding sel primer.
·
§ Giberilin : hormon yang
berfungsi sinergis (berkerja sama) dengan hormon auksin. Hormon yang
mempengaruhi perkembangan dan perkecambahan embrio . fungsi : proses
pembentukan biji.
·
§ Etilen : hormon yang berperan
dalam proses pematangan buah dan kerontokan daun. Fungsi : manfaat untuk para
pedagang dan distributo buah.
·
§ Sitokinin : hormon yang
berperan dalam pembelahan sel . fungsi: merangsang pembentukan akar dan batang,
menghambat dominansi apikal, mengatur pertumbuhan daun dan pucuk, memperbesar
daun muda, mengatur pembentukan bunga dan buah, dan menghambat proses penuaan.
·
§ Asam absisat (ABA) : berperan
dalam proses penuaan dan gugurnya daun. Fungsi : mempertahankan tumbuhan dari
tekanan lingkungan yang buruk.
·
§ Kalin : berperan dalam proses
organogenesis tumbuhan. Dibagi menjadi 4 kelompok yaitu: rizokalin (pembentukan
akar), kaulokalin (pembentuk batang), filokalin (pembentuk daun), antokalin
(pembentuk bunga)
·
§ Asam traumalin : berperan dalam
proses regenerasi sel apabila tumbuhan mengalami kerusakan jaringan.
Pengaruh
Cahaya pada pertumbuhan Tumbuhan
Cahaya bermanfaat bagi tumbuhan
terutama sebagai energi yang nantinya digunakan untuk proses fotosintesis.
Cahaya juga berperan dalam proses pembentukan klorofil. Akan tetapi cahaya
dapat bersifat sebagai penghambat (inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi
karena cahaya dapat memacu difusi auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya.
Sehingga, proses perkecambahan yang diletakan di tempat yang gelap akan
menyebabkan terjadinya etiolasi.
Hasil
Pengamatan :
Selama proses pengamatan, setiap hari kami selalu
mengukur ketinggian masing-masing tanaman. Hasil pengamatan tersebut kami data
dalam bentuk tabel agar mudah untuk diamati .
Pertumbuhan Kecambah Kacang Hijau di Tempat Terang
|
Tanggal
Pengamatan
|
Tinggi Kecambah
Per hari (dalam mm)
|
|
24 Agustus 2013
|
6 mm
|
|
25 Agustus 2013
|
15 mm
|
|
26 Agustus 2013
|
85 mm
|
|
27 Agustus 2013
|
110 mm
|
|
28 Agustus 2013
|
140 mm
|
|
29 Agustus 2013
|
155 mm
|
|
30 Agustus 2013
|
167 mm
|
|
Rata-rata
|
96.85 mm
|
Pertumbuhan Kecambah Kacang Merah di Tempat Terang
|
Tanggal Pengamatan
|
Tinggi kecambah
Per hari (dalam mm)
|
|
24 Agustus 2013
|
-
|
|
25 Agustus 2013
|
15 mm
|
|
26 Agustus 2013
|
17 mm
|
|
27 Agustus 2013
|
35 mm
|
|
28 Agustus 2013
|
70 mm
|
|
29 Agustus 2013
|
165 mm
|
|
30 Agustus 2013
|
212 mm
|
|
Rata-rata
|
73.42
|
Pertumbuhan Kecambah Kacang Tanah di Tempat Terang
|
Tanggal Pengamatan
|
Tinggi kecambah
Per hari (dalam mm)
|
|
24 Agustus 2013
|
-
|
|
25 Agustus 2013
|
-
|
|
26 Agustus 2013
|
-
|
|
27 Agustus 2013
|
-
|
|
28 Agustus 2013
|
-
|
|
29 Agustus 2013
|
-
|
|
30 Agustus 2013
|
-
|
|
Rata-rata
|
-
|
Pertumbuhan Kecambah Jagung di Tempat Terang
|
Tanggal Pengamatan
|
Tinggi kecambah
Per hari (dalam mm)
|
|
24 Agustus 2013
|
-
|
|
25 Agustus 2013
|
-
|
|
26 Agustus 2013
|
-
|
|
27 Agustus 2013
|
-
|
|
28 Agustus 2013
|
-
|
|
29 Agustus 2013
|
-
|
|
30 Agustus 2013
|
-
|
|
Rata-rata
|
-
|
Pertumbuhan Kecambah Kacang Hijau di Tempat Gelap
|
Tanggal Pengamatan
|
Tinggi Kecambah
Per hari (dalam mm)
|
|
24 Agustus 2013
|
10 mm
|
|
25 Agustus 2013
|
23 mm
|
|
26 Agustus 2013
|
95 mm
|
|
27 Agustus 2013
|
120 mm
|
|
28 Agustus 2013
|
170 mm
|
|
29 Agustus 2013
|
250 mm
|
|
30 Agustus 2013
|
270 mm
|
|
Rata-rata
|
134 mm
|
Pertumbuhan Kecambah Kacang Merah di Tempat Gelap
|
Tanggal Pengamatan
|
Tinggi Kecambah
Per hari (dalam mm)
|
|
24 Agustus 2013
|
-
|
|
25 Agustus 2013
|
10 mm
|
|
26 Agustus 2013
|
17 mm
|
|
27 Agustus 2013
|
19 mm
|
|
28 Agustus 2013
|
40 mm
|
|
29 Agustus 2013
|
42 mm
|
|
30 Agustus 2013
|
45 mm
|
|
Rata-rata
|
24.71 mm
|
Pertumbuhan Kecambah Kacang Tanah di Tempat Gelap
|
Tanggal Pengamatan
|
Tinggi Kecambah
Per hari (dalam mm)
|
|
24 Agustus 2013
|
-
|
|
25 Agustus 2013
|
-
|
|
26 Agustus 2013
|
-
|
|
27 Agustus 2013
|
-
|
|
28 Agustus 2013
|
-
|
|
29 Agustus 2013
|
-
|
|
30 Agustus 2013
|
-
|
|
Rata-rata
|
-
|
Pertumbuhan Kecambah Jagung di Tempat Gelap
|
Tanggal Pengamatan
|
Tinggi Kecambah
Per hari (dalam mm)
|
|
24 Agustus 2013
|
-
|
|
25 Agustus 2013
|
-
|
|
26 Agustus 2013
|
-
|
|
27 Agustus 2013
|
-
|
|
28 Agustus 2013
|
-
|
|
29 Agustus 2013
|
-
|
|
30 Agustus 2013
|
-
|
|
Rata-rata
|
-
|
Grafik perbandingan perkecambahan kacang merah dan
kacang hijau di tempat gelap dan terang :
Analisis
Data :
Didasari
atas hasil pengamatan yang telah kami lakukan, ternyata ada perbedaan kecepatan
tumbuh kecambah kacang hijau,kacang merah, kacang tanah dan biji jagung di
tempat yang terang dan di tempat yang gelap. Pertumbuhan kecambah di tempat
gelap lebih cepat pertumbuhannya daripada di tempat yang terang. Hal ini
disebabkan karena adanya hormon auksin yang terdapat dalam batang kecambah,
dimana pada daerah gelap, konsentrasi auksin lebih tinggi sehingga sel akan
memanjang lebih cepat dibandingkan kecepatan pemanjangan sel di daerah lebih
terang karena cahaya menguraikan auksin sehingga cahaya dapat menghambat
pertumbuhan kecambah.
Berikut
ini hasil analisa pengamatan kami yang lebih spesifik mengenai pertumbuhan
kecambah kacang hijau dan kacang merah :
a.kacang hijau
Pada hari pertama, biji kacang hijau di
tempat terang mulai tumbuh dengan ketinggian mencapai 6 mm sedangkan di tempat
gelap mencapai 10 mm.
Pada hari kedua, biji kacang hijau tingginya mulai bertambah,
di tempat gelap menjadi 23 mm sedangkan di tempat terang menjadi 15 mm.
Pada hari ketiga, biji kacang hijau yang di tempatkan di
tempat gelap mulai tumbuh kuncup daun dan berwarna kuning tingginya menjadi 95
mm sedangkan di tempat terang mulai tumbuh kuncup daun dan berwarna hijau pupus
tingginya menjadi 85 mm.
Pada hari keempat, biji kacang hijau yang di tempatkan di tempat gelap mulai tumbuh daun berjumlah dua helai dan berwarna kuning tingginya 120 mm sedangkan di tempat terang mulai tumbuh daun berjumlah dua helai dan berwarna hijau pupus tingginya 110 mm.
Pada hari keempat, biji kacang hijau yang di tempatkan di tempat gelap mulai tumbuh daun berjumlah dua helai dan berwarna kuning tingginya 120 mm sedangkan di tempat terang mulai tumbuh daun berjumlah dua helai dan berwarna hijau pupus tingginya 110 mm.
Pada hari kelima, biji kacang hijau yang di tempatkan di
tempat gelap jumlah daunnya bertambah dan berwarna kuning tingginya menjadi 170
mm sedangkan di tempat terang daun mulai mekar dan berwarna hijau tingginya
menjadi 140 mm.
Pada hari keenam, biji kacang hijau yang di tempatkan di
tempat gelap keadaan daun tetap sama dan berwarna kuning tingginya menjadi 250
mm sedangkan di tempat terang daun sudah mekar dan berwarna hijau tingginya
menjadi 155 mm.
Pada hari ketujuh, biji kacang hijau yang di tempatkan di
tempat gelap keadaan daun tetap sama dan berwarna kuning tingginya menjadi 270
mm sedangkan di tempat terang daun semakin banyak dan sudah mekar dan berwarna hijau
tua tingginya menjadi 167 mm.
b.kacang merah
Pada hari pertama, biji kacang merah yang berada di tempat gelap maupun
yang di tempat terang belum tumbuh.
Pada hari kedua barulah mulai tumbuh akarnya , di tempat gelap tingginya
mencapai 10 mm dan di tempat terang 15 mm.
Pada hari ketiga tinggi kecambah kacang merah di tempat gelap mencapai
17 mm begitu juga dengan kecambah yang berada di tempat terang.
Pada hari ke empat tinggi kacang merah di tempat gelap mencapai 19 mm
dan di tempat terang 35 mm. (di sini kami mulai heran kenapa justru kacang
merah yang berada di tempat terang yang pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan
dengan yang di tempat gelap )
Pada hari kelima , tinggi batang kacang merah di tempat gelap warnanya
kuning dan tinggi mencapai 40 mm dan di tempat terang daunnya mulai muncul
berwarna hijau dengan tinggi 70 mm .
Pada hari ke enam, tinggi kacang merah di tempat gelap mencapai 42 mm
dengan keadaan batang masih sama , bahkan menunjukkan tanda-tanda akan busuk.
Sedangkan yang berada di tempat terang tingginya 165 mm dengan warna daun hijau
muda.
Pada hari ketujuh , tinggi kacang merah di tempat gelap hanya 45 mm
dengan keadaan batang masih sama. Sedangkan yang berada di tempat terang
tingginya mencapai 212 mm dengan keadaan batang dan daun masih sama.
Setelah beberapa hari, kami dikejutkan
dengan pertumbuhan kacang merah di tempat gelap yang menunjukkan peningkatan
pertumbuhan yang tajam karena tingginya mencapai ± 230 mm, hampir sama dengan
kecambah kacang merah yang berada di tempat terang. Hal ini tetap membuktikan
bahwa pertumbuhan kecambah di tempat gelap lebih cepat dibanding kecambah di
tempat terang.
Untuk percobaan dengan biji jagung dan kacang tanah tampaknya kami
mengalami kegagalan. Karena kedua jenis tanaman tersebut (baik yang diletakkan
di tempat terang atau gelap ) tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Kemungkinan
hal ini disebabkan oleh factor internal dari biji-biji tersebut.
Kesimpulan
:
Pada dasarnya tumbuhan membutuhkan cahaya. Banyak sedikitnya cahaya yang
dibutuhkan tiap tumbuhan berbeda-beda. Dari percobaan yang telah kita lakukan
terhadap perkecambahan kacang hijau,kacang merah,kacang
tanah dan biji jagung yang sama
namun dengan cahaya yang berbeda (ditempatkan pada tempat yang terang
dan gelap), kita dapat mengambil kesimpulan bahwa tumbuhan yang berada pada tempat gelap akan lebih cepat
tinggi (etiolasi) daripada tumbuhan yang berada di tempat terang/bercahaya.
Atau dapat dikatakan bahwa cahaya memperlambat/ menghambat pertumbuhan meninggi
(primer). Hal tersebut dapat terjadi karena cahaya dapat menguraikan auksin.
Daftar
Pustaka
http://eimitcle.wordpress.com/2011/12/12/laporan-praktikum-pengamatan-perkecambahan-jagung-kacang-hijau/
Zhamal, 2008. Pengaruh Cahaya
Terhadap Pertumbuhan Biji Kacang Hijau. http:// catatanzhamal.blogspot.com
Vice
Yayan,2013. Contoh laporan praktikum Biologi (Pengaruh
cahaya terhadap tumbuhan)
Langganan:
Komentar (Atom)





